Senin, 16 Mei 2016

Lalu Husnul Yaqien Juniansyah






MPSSGI MENGACU PADA KONSEP EKG


Dalam konsep EKG dijelaskan bahwa pada tubuh manusia terdapat listrik/magnit yang disebut biolistrik. Biolistrik tersebut terjadi karena ada sistem kerja syaraf manusia, Otak, sum sum tulang belakang, sum-sum lanjutan yang mengatur gerak-gerak otonom seperti detak nadi, denyut jantung, dan syaraf tepi merupakan sistem kemagnitan dan kelistrikan pada manusia.

Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ( MPSSGI ) dalam setiap latihannya, menumbuhkan dan membangkitkan kemagnitan dan kelistrikan tubuh ini dengan latihan-latihan tertentu, tanpa menggunakan alat atau intrumen listrik atau magnit sebagai media pembantu, Sebuah methode yang dikembangkan memiliki gerak-gerak tertentu tanpa olah nafas, tanpa meditasi atau pemusatan pikiran, dan tanpa menggunakan doa, zikir dan mantra. Merujuk kepada EKG yaitu sistem kelistrikan dan kemagnitan pada tubuh manusia yang merupakan hasil penelitian yaitu sebuah alat elektronic yang dipasang pada tubuh yang disebut Elektrokardiogram (EKG), Elektrokardiogram ( EKG) adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung. Kegiatan listrik jantung dalam tubuh dapat dicatat dan direkam melalui elektroda-elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh. Eletrokardiogram ini berasal dari ilmu yang mempelajari kelistrikan dan kemagnitan tubuh yang disebut ilmu Elektrokardiografi.

 Dengan terciptanya sebuah alat sensor untuk mengetahui kelistrikan dan kemagnitan tubuh manusia, yang membuktikan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat potensial listrik dan magnit. Potensi listrik dan magnit pada tubuh manusia ini diusahakan memeliki medan magnit atau medan listrik yang stabil sehingga dapat didayagunakan oleh tubuh itu sendiri, Oleh sebab itu MPSSGI berusaha menyeimbangkan energi magnit/listrik yang terdapat pada tubuh tersebut dengan tehnik-tehnik tertentu. Energi potensial ini ditumbuh kembangkan dengan cara-cara yang sudah dibuktikan, agar memiliki energi seimbang dan siap pakai untuk beberapa kebutuhan yang sangat diperlukan manusia. Kebuthan tersebut bersifat jasmani dan rohani, seperti kesehatan tubuh, tenaga dalam, pengobatan alternatif, keseimbangan emosi, mempertajam intuisi dan kecerdasan otak. Untuk lebih jelas lagi berikut ini, mari kita lihat tentang pengertian EKG yaItu sebuah konsep Listrik dan Magnit Dalam Tubuh.



Konsep EKG, Listrik Dan Magnet Dalam Tubuh

Potensial listrik pada organ tubuh disebut Biolistrik, biolistrik pada tubuh mempunyai dua aspek yang memegang peranan penting yaitu :

1-Kelistrikan dan Kemagnetan yang timbul dalam tubuh manusia.
2-Penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia.

Sejarah perkembangan biolistrik yaitu Luigi Galavani (1780) mulai mempelajari kelistrikan pada tubuh hewan kemudian pada tahun (1786) Luigi Galvani melaporkan hasil eksperimennya bahwa kedua kaki katak terangkat ketika diberi aliran listrik lewat suatu konduktor. Pada tahun (1856) Caldani menunjukkan kelistrikan pada otot katak yang telah mati, dan pada tahun (1928) melaporkan tentang pengobatan penderita dengan menggunakan short wave.

Kelistrikan dan kemagnetan dalam sistem tubuh terdiri dari, Sistem syaraf dan neuron syaraf Pusat, dan syaraf pusat terdiri atas :

1- otak (ensefalon)
2- sumsum tulang belakang (medulla spinalis),
3- saraf tepi (perifer).


Syaraf perifer ini adalah saraf yang mengirim informasi sensorik ke otak atau medulla spinalis (afferen), sedangkan serat saraf yang menghantarkan dari otak atau medula spinalis ke otot serta kelenjar (saraf efferen). Syaraf perifer terdiri dari sistem syaraf sadar dan sistem syaraf tak sadar (sistem saraf otonom), Syaraf Otonom adalah Sistem syaraf ini mengatur organ dalam tubuh secara otoni, misalnya : jantung, usus, dan kelenjar. Sedangkan syaraf yang berdiameter besar mempunyai kemampuan menghantar impuls lebih cepat daripada saraf berdiameter kecil.


Dengan mempergunakan mikroskop elektron, syaraf dibagi dalam dua tipe yaitu, saraf bermyelin dan syaraf tanpa myelin. Kecepatan aliran listrik pada syaraf yang berdiameter yang sama dan panjang yang sama sangat tergantung kepada lapisan mielin ini..Akson tanpa mielin (diameter 1 mm) mempunyai kecepatan 20-25 m/detik. Syaraf bermielin pada diameter 10 ┬Ám mempunyai kecepatan100 m/detik.Kelistrikan pada sinapsis dan neuron. Hubungan antara dua buah syaraf disebut sinapsis, berakhirnya syaraf pada sel otot/hubungan syaraf otot disebut Neuromyal junction, sinapsis maupun neuromyal junction mempunyai kemampuan meneruskan gelombang depolarisasi dengan cara lompat dari satu sel ke sel yang berikutnya.

Sumber daya gerak jantung sangat bergantung pada kemampuan kerja dari sekelompok sel yang mampu menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang cukup untuk membuatnya terus bergerak. Sel-sel ini menghasilkan impuls listrik yang kemudian diteruskan oleh sel-sel penggerak yang tersebar dipermukaan jantung dan hingga membuatnya berdenyut. Sel-sel ini disebut Sinoatrial node (SA node) yang terdapat di Atrium sebelah kanan. Selain memiliki SA node, jantung juga memiliki serabut-serabut khusus yang mendistribusikan tenaga listrik pada jantung dilakukan.
Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktifitas listrik jantung, Sedangkan Elektrokardiogram (EKG) adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung.

Kegiatan listrik jantung dalam tubuh dapat dicatat dan direkam melalui elektroda-elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh. Mengalirnya aliran listrik akan menimbulkan medan magnet dan medan magnet sekitar jantung disebabkan adanya arus listrik jantung yang mengalami depolarisasi dan repolarisasi. Pencatatan medan magnet jantung disebut magnetokardiogram.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar