Senin, 09 Mei 2016

GETARAN TUBUH MPSSGI







Berdasarkan analogi dari kebiasaan maka sesuatu yang pahit itu pahit. manis itu manis, panas itu panas, dingin itu dingin.Seperti apa yang dikatakan oleh Plato " dalam realitanya hanya terdapat atom dan kehampaan,yaitu obyek dari penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata".

Bila diperhatikan segala gejala alam yang timbul di alam semesta ini adalah merupakan suatu getaran yang bergerak teratur mulai dari galaksi sampai ke bagian terkecil dari struktur benda di alam ini. Kehidupan makluk di dunia mengalami pergerakan yang selalu bergetar mulai dari kehidupan sosial sampai ke organ tubuh terkecil sekalipun. Demikianlah yang terjadi pada aktivitas makhluk hidup yang ditandai dengan pergerakan ion-ion yang berputar mengejar intinya yang mengakibatkan timbulnya getaran dalam bentuk suatu gelombang yang bergerak secara periodik dengan frekuensi dan simpangan tetap dan tertentu,. kecuali adanya gangguan atau hambatan yang mempengaruhi langsung atau menginduksi gerakan tersebut. Frekuensi yang ditimbulkan tergantung bentuk, ukuran dan struktur organ bersangkutan, bahkan akan timbul getaran dengan sejumlah frekuensi yang berbeda yang disebut spektrum.



Makhluk hidup melalui organ-organnya menghasilkan getaran dengan beragam frekuensi. Frekuensi getaran yang dibangkitkan berkisar dari 5 Hrz sampai ke gelombang cahaya tergantung jenis organnya. Frekuensi yang dapat didengar manusia berkisar dari 20 Hz sampai dengan 20 Khz disebut dengan getaran suara atau akustik. Ada dua sumber getaran yang dibangkitkan makluk hidup yaitu dari pita suara dan organ-organ tubuh lainnya. Getaran atau suara yang dibangkitkan dari pita suara mempunyai makna tertentu dan merupakan alat komunikasi antar sesamanya. Sedangkan getaran yang timbul dari organ-organ tubuh lainnya menunjukan kondisi fisik maupun spiritual makluk bersangkutan. Demikian pula getaran yang diinduksi ke makluk hidup dapat mempengaruhi tingkah laku dan pertumbuhan baik mempercepat atau memperlambat.Dari simpul di atas pada manusia khususnya terjadi getaran pada sel sel,jaringan dan alat tubuh manusia yang merupakan potensi vital kehidupan,dari gerak getaran fartikel fartikel zat pada tubuh timbul daya tarik dengan grafitasinya.
Dalam berkomunikasi manusia maupun hewan mengeluarkan suara yang dapat dimengerti oleh sesamanya sebagai informasi atau sinyal. Misalnya sinyal adanya serangan musuh agar hewan sekelompoknya dapat menghindar. Demikian pula saat proses kehidupan lainnya seperti proses perkawinan, bertelur atau melahirkan, minta tolong, stres, senang, dan sebagainya setiap jenis hewan akan membangkitkan suara getaran dengan frekuensi dan spektrum tertentu yang dimengeti oleh kelompoknya.Pada manusia terdapat signal signal yang berasal dari getaran gelombang yang terjadi pada tubuhnya,getaran gelombang ini dapat menerima gelombang alam dengan kepekaanya.Adapun kepekaan dari gelombang tersebut sudah terdapat pada manusia sejak lahir yang berupa naluri,intink dan intuisi,Namun seiring dengan perkembangannya signal signal tersebut menjadi memudar setelah beranjak dewasa,maka untuk menembuhkan kembali kepekaaan terhadap signal signal alan tersebut,Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia dapat stimulasi lagi menggunakan methode Pembangkitan Natural Magnetik Energi Tubuh.




Setiap organ tubuh dalam prosesnya membangkitkan getaran dengan frekuensi tertentu tergantung dari ogan tubuhnya. Bila suatu getaran dibangkitkan dari suatu sumber tertentu yang frekuensi sama dengan frekuensi salah satu organ tubuh, maka akan terjadi resonansi pada organ tubuh.Getaran yang tumbuh pada tubuh tersebut oleh Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia dimamfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan.Organ tubuh mengalami suatu keunikan dari kekuatan getaran yang ditimbulkan organ tersebut, frekuensi getaran yang dibangkitkan jika memenuhi standar dalam kasitasnya,hal ini dapat digunakan untuk kesehatan tubuh,keseimbangan emosi,mempertajam intelektual dan intuisi.Hal ini jelas karena setiap ada suatu proses, tubuh akan membangkitkan getaran dengan frekuensi tertentu. Sedangkan bila ada penyimpangan misalnya jantung tersumbat, maka aliran darah sebelum penyumbatan akan diperlambat dan aliran darah sesudah daerah penyumbatan akan dipercepat yang berarti adanya perubahan frekuensi dari aliran darah tersebut. Bila suatu getaran diberikan pada organ yang mengalami gangguan, maka getaran yang diberikan dengan frekuensi yang sama akan teresonansi dengan getaran organ yang lemah tersebut dan mengakibatkan getaran yang lemah tersebut diperkuat dan akan menyembuhkan organ bersangkutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar