Jumat, 04 Desember 2015

GETARAN NATURAL MAGNETIK ENERGI SEBAGAI PENYEMBUH PENYAKIT DAN PENYEIMBANG EMOSI



                                           GETARAN NATURAL MAGNETIK ENERGI
                     SEBAGAI PENYEMBUH PENYAKIT,DAN KESEIMBANGAN EMOSI




Sebuah tehnik yang dilakukan oleh MPSSGI untuk menjaga keseimbangan emosi dan kesehatan tubuh. Sementara para ahli barat, lebih tertarik pada pengembangan teknologi pengobatan. Kini pakar kesehatan modern semakin menyadari bahwa bukan obat saja yang mampu menjaga keseimbangan emosi dan kesehatan. Latihan yang dilakukan oleh MPSSGI dengan membangkitkan Natural Magnetik Energi Tubuh secara tepat juga terbukti mampu mengurangi tekanan emosi dan mengurangi rasa sakit ,bahkan dapat menyembuhkan penyakit dengan mudah dan cepat. Dalam pola kehidupan yang semakin cepat dan penuh tekanan,dan gejolak,maka Getaran Natural Magnetik Energi Tubuh dapat menjadi sebuah katup pengaman dan penyeimbang. Dalam perkembanganya MPSSGI telah banyak membantu orang-orang yang mengalami masalah kesehatan yang sulit diobati dengan metode pembangkitan Magnit Alam pada tubuh si pasien. Di sini diajarkan metode cara pembangkitan Energi Magnit Alam pada tubuh,terutama untuk mengurangi rasa sakit,bahkan penyembuhan terhadap penyakit , mulai dari sakit kepala, sakit punggung,sakit pinggang,penyakit medis maupun non medis,rasa rendah diri,minder, perasaan terkucil dan gejala ekstrim yang tidak sembuh sembuh.



Sebagian pasien yang dirawat, memiliki riwayat yang mirip. Mereka sudah bosan berobat kemana-mana, untuk mengatasi rasa sakitnya. Dokter dan obat obatan paten sudah tidak mampu lagi menolong meringankan penderitaannya. Para penderita biasanya diberi terapi dengan membangkitkan Magnit Alam pada tubuhnya yang akan menggetarkant tubuhnya.Aliran Magnit Alam ini akan menyebar ke tubuh,terutama akan merambat dengan deras ke arah penyakit yang diderita.Dengan pendekatan perilaku,menumbuhkan Energi Alam Tubuh , terbukti efektif dalam pengobatan.menghilangkan rasa sakit,menyembuhkan penyakit. Tegasnya mereka dilatih untuk lebih menaruh perhatian pada dimensi diri sendiri dengan bergetarnya sel sel tubuh,jaringan tubuh,dan alat tubuh oleh gerak getaran gelombang Natural Magneti Energi.Mengenal atau merambah ke dalaman pribadi diri sendiri,dengan pembangkitan getaran Magnit Alam pada tubuh para penderita dapat merasakan mamfaatnya dengan nyata, menunbuhkan Energi Magnit pada diri,relaksasikan diri,dan membiarkan getaran Energi Magnit itu merambat dengan refleksinya.Tehnik pembangkitan Energi Magnit Alam pada tubuh ini adalah tehnik paling tepat untuk meningkatkan kekuatan mental, emosional dan fisik. Secara ilmiah, keampuhan Getaran Magnit Tubuh ini untuk mengurangi rasa sakit,penyembuhan penyakit,penyeimbang emosi juga sudah diakui di Pulau Lombok dan sekitarnya.
Berdasarkan pengalaman nyata yang dilakukan oleh MPSSGI , juga terbukti bahwa tumbuhnya gerak getaran dan gelombang Natural Magnetik Energi Tubuh ini mampu mempercepat penyembuhan luka biasa,dan luka bekas oprasi.menetralisir racun pada tubuh,pengobatan kanker,tumor dan lain lain.Keuntungan lainnya dari tumbuhnya Natural Magnetik Tubuh adalah mampu mengendalikan pikiran dan emosi. Hal ini tentu saja dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka yang sudah bangkit Energi Magnit Alam pada tubuhnya tidak akan bereaksi impulsive terhadap ketakutan dan kemarahan. Dengan begitu hubungan dengan sesama manusia menjadi lebih nyaman.terbukti mampu mengubah potensi emosi menjadi dorongan positif untuk mencapai tingkatan kebahagiaan yang lebih tinggi.

Kamis, 03 Desember 2015

MPSSGI MELATIH KETAJAMAN NALURI,INSTINK,INTUISI,SEBAGAI MEDIA UNTUK MENEMBUS ALAM METAFISIKA


                          MPSSGI MELATIH KETAJAMAN NALURI,INSTINK,INTUISI,
                                 SEBAGAI MEDIA MENEMBUS ALAM METAFISIKA




Metafisika (Yunani: meta) = “setelah atau di balik”, (phúsika) = “hal-hal di alam”) adalah cabang filsafat yang mempelajari asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan / realitas. Metafisika menjawab pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Mempertanyakan tentang materi yang terlihat dengan segala gerak rutinatasnya berasal dari balik mistry sebagai rahasia diri manusia dan alam.Cabang utama metafisika adalah ontologi,yaitu mengenai kategorisasi benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya. Ahli metafisika berupaya memperjelas pemikiran manusia mengenai dunia, termasuk keberadaan, kebendaan, sifat, ruang, waktu, hubungan sebab akibat, dan kemungkinan. Penggunaan istilah “metafisika” telah berkembang untuk merujuk pada “hal-hal yang di luar dunia fisik”,yaitu cendrung tentang sesuatu kegaiban Beberapa Tafsiran Metafisika : Manusia mempunyai beberapa pendapat mengenai tafsiran metafisika. Yang pertama dikemukakan oleh manusia terhadap alam ini adalah terdapat hal-hal gaib (supernatural) dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata.Hal seperti ini disebut pemikiran supernaturalisme.Kegaiban berarti sesuatu yang hilang tidak terlihat di depan mata kita,seperti suatu benda yang berada dalam ruangangan tertutup,atau bendan yang terbungkus,dan wujudnya aslinya tidak terlihat,dan benda itu akan terlihat bila ruangan yang tertutup itu terbuka,atau benda yang terbungkus tersebut dibuka bungkusnya,Di sekitar kita banyak hal hal yang tertutup dan tidak terlihat,maka hal hal yang tidak terlihat tersebut berada pada alam metafisika atau dibalik alam nyata.Mengenal suatu yang terhijab atau tertutup oleh sesuatu sangat berguna untuk kehidupan kita.Seperti mengenal sesuatu yang akan terjadi pada diri kita dan alam.Mengenal hal tersebut sangat penting ,agar kita dapat melangkah untuk menata kehidupan ke depan.Dalam hal ini MPSSGI melatih ketajaman naluri,intink dan intuisi dengan refleksi dari gerak getaran Gelombang Natural Magnetik Energi tubuh dapat menembus dunia idealisme,dunia metafisika.Melatih ketajaman Gelombang Natural Energi Tubuh ini agar naluri, intink dan intuisi pada diri menjadi semakin tajam dan akurat.Dengan bertambah tajamnya naluri, instink dan intuisi ini dimaksudkan agar kita dapat mengatasi segala problematika kehidupan yang kita hadapi,

BANGKITNYA NATURAL MAGNETIK ENERGI.SEBAGAI PENYEIMBANG INTELEKTUAL DAN INTUISI



                                          BANGKITNYA NATURAL MAGNETIK ENERGI
                                SEBAGAI PENYEIMBANG INTELEKTUAL DAN INTUISI



Bangkitnya Natural Magnetik Energi yang bergerak,bergetar dan bergelombang pada tubuh kita,adalah merupakan sebuah kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, ketenangan pikiran, kecerdasan intelektual, dan ketajaman intuisi. Kegiatan spiritual yang dimaksudkan disini adalah suatu kegiatan mental dan fisik yang melibatkan teknik tehnik Wuqub Qolby yaitu pemberhentian pikiran ,perasaan,kemauan yang berbolak balik dalam jiwa, jika dilakukan secara teratur dan terus menerus akan menyebabkan kondisi tubuh, pikiran, dan emosi berada dalam kondisi yang terkendali dengan baik.

Dengan selalu berlatih akan mempersiapkan akal pikiran perasaan gerak tubuh kita didalam menghadapi kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa ketika kita menjalani aktifitas kehidupan sehari-hari seperti:

- Meningkatkan kesabaran [tidak mudah marah].
- Meningkatkan sifat kejujuran.
- Meningkatkan rasa adil dan bijaksana.
- Meningkatkan rasa welas asih.
- Meningkatkan keseimbangan tubuh.
- Meningkatkan konsentrasi dan kesadaran diri.

Diharapkan dengan berlatih ini kita akan mampu menggapai rasa 3yakni Ketenangan, Ketenteraman ,Kesabaran, didalam menjalani kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaanya.Manfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan berlatih setiap hari dan setiap saat dapatlah dijadikan modal untuk melakukan identifikasi, analisa serta menjadikan solusi atas berbagai masalah yang muncul ketika kita menjalani kehidupan didunia ini, yaitu :

- Masalah Kesehatan
- Masalah Keuangan
- Masalah Karir
- Masalah keluarga

Manfaat lain dari bangkitnya Natural Magnetik Energi Tubuh ini adalah untuk menjaga tubuh agar tetap memiliki fitalitas dalam menjalakankan kehidupan, mulai dari sel-sel yang terkecil, organ-organ tubuh, anggota tubuh serta seluruh tubuh.Seluruh tubuh akan memiliki refleksi dengan keseimbangan intelektual dan intuisi karena setiap tarikan nafas dan denyut nadi memiliki kekuatan gelombang yang menembus dunia idealis dan matrialis.dan kekuatan itu menyebarkan keseluruh tubuh atau keseluruh sel-sel yang ada dalam tubuh manusia.Jadi setiap sel diseluruh tubuh manusia dari sel yang terkecil, pada saat melakukan fungsi sel atau metabolismenya sudah memiliki kekuatan Natural Magnetik Energi dengan gerak,getaran gelombangnya mampu menyeimbangkan kekuatan intelektual dan intuisi yang secara dinamika menuju kearah kesempurnaan.

KECERDASAN MANUSIA

                   
                                                         KECERDASAN MANUSIA





Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ)

1. Kecerdasan Intelektual (IQ)
Kecerdasan ini ditemukan pada sekitar tahun 1912 oleh William Stern. Digunakan sebagai pengukur kualitas seseorang pada masanya saat itu, dan ternyata masih juga di Indonesia saat ini. Bahkan untuk masuk ke militer pada saat itu, IQ lah yang menentukan tingkat keberhasilan dalam penerimaan masuk ke militer.
Kecerdasan ini terletak di otak bagian Cortex (kulit otak). Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan kita kemampuan untuk berhitung, bernalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi. Atau lebih tepatnya diungkapkan oleh para pakar psikologis dengan “What I Think“.
2. Kecerdasan Emosional (EQ)
Mulai menjadi trend pada akhir abda 20. Kecerdasan ini di otak berada pada otak belakang manusia. Kecerdasan ini memang tidak mempunya ukuran pasti seperti IQ, namun kita bisa merasakan kualitas keberadaannya dalam diri seseorang. Oleh karena itu EQ lebih tepat diukur dengan feeling.
Kecerdasan emosional digambarkan sebagai kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasaan seseorang, bisa terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Banyak orang yang salah memposisikan kecerdasan Emosional ini di bawah kecerdasan intelektual. Tetapi, penelitian mengatakan bahwa kecerdasan ini lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan dengan kecerdasan sosial. Kecerdasan ini lebih tepat diungkapkan dengan “What I feel”
3. Kecerdasan Spiritual (SQ)
Pertama kali digagas oleh Danar Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxford University. Dikatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya.
Kecerdasan ini terletak dalam suatu titik yang disebut dengan God Spot. Mulai populer pada awal abad 21. Melalui kepopulerannya yang diangkat oleh Danar Zohar dalam bukunya Spiritual Capital dan berbagai tulisan seperti The Binding Problem karya Wolf Singer.
Kecerdasan inilah yang menurut para pakar sebagai penentu kesuksesan seseorang. Kecerdasan ini menjawab berbagai macam pertanyaan dasar dalam diri manusia. Kecerdasan ini menjawab dan mengungkapkan tentang jati diri seseorang, “Who I am“. Siapa saya? Untuk apa saya diciptakan?
Bagaimana Kecerdasan Intelektual (IQ) Saja Tanpa Kecerdasan Emosional (EQ)?
Sahabatku, banyak di dunia ini hanya diukur dari kecerdasan IQ saja. Padahal menurut penelitian para pakar, kecerdasan IQ hanya menyumbang 5% (maksimal 10%) dalam kesuksesan seseorang. Mulai dari kita belajar di Sekolah Dasar dari sistem NEM sampai kuliah dengan sistem IPK. Bahkan tidak jarang banyak perusahaan yang merekrut seseorang berdasarkan dari test IQ saja.

MPSSGI MENUMBUHKAN INTUISI DENGAN GELOMBANG MAGNETIK ENERGI TUBUH


                                               




MPSSGI MENUMBUHKAN INTUISI DENGAN GELOMBANG NATURAL MAGNETIK ENERGI TUBUH

Intuisi berguna di semua kehidupan manusia apapun profesinya termasuk dalam pengambilan keputusan bisnis.Albert Einstein sering berkata bahwa teori relativitasnya muncul lebih karena pikiran yang berkelebat, bukan karena pola pikir logis yang disajikan oleh para peneliti di laboratorium yang berorientasi pada data. Tentu saja teori itu lalu dimatangkan oleh berbagai studi dan peremungan. Tapi seperti yang dikatakannya kemudian, "Faktor yang paling menentukan di sini adalah intuisi."

Intuisi agak sukar didefinisikan. Ada sementara orang menyebutnya sebagai "feeling", perkiraan, spekulasi, imajinasi atau kreativitas. Tapi intuisi juga janganlah dikacaukan dengan pengertian impulsif. Yang terakhir ini acapkali merupakan suatu usaha yang tergopoh-gopoh dalam membuat pertimbangan, dan seringkali didasari oleh kemalasan atau keinginan untuk menghindari fakta. Intuisi selalu menyambut baik setiap data yang datang, kendati pun ia menolak untuk hanya dibatasi oleh data. Einstein, misalnya, mendapat gagasan berdasarkan intuisi. Tetapi ia tetap berusaha melakukan serangkaian uji-coba dan eksperimen untuk mengukur kebenaran gagasannya itu.

Suatu penelitian terhadap otak memperlihatkan bahwa belahan otak kiri merupakan tempat dari proses logika, keteraturan, rasional dan verbal. Sedangkan belahan otak kanan merupakan tempat dari proses intuisi, imajinasi, artisitik dan kreatif. Terlepas dari segala perhatian yang diberikan terhadap pentingnya "rasionalitas" dalam wacanan manajemen, suatu penelitian yang dilakukan oleh Harry Mintzberg dari McGill University memperlihatkan bahwa para pemimpin perusahaan yang unggul dalam mengambil keputusan biasanya menggunakan belahan kanan otaknya , sisi intuisi  sebanyak 80%.

Sejumlah pemimpin puncak perusahaan mengatakan pada kami bahwa mereka mengandalkan intuisi terutama dalam mempekerjakan, menempatkan dan mempromosikan orang. Sebagian lain mengatakan, mereka mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan tentang produk, terutama bagi mereka yang bergerak di bidang industri mode dan hiburan. Tetapi di pihak lain, presiden merangkap direktur pelaksana Agva-Gevaert mengingatkan intuisi itu harus dikendalikan. "Tampaknya intuisi lebih bisa diandalkan sebagai suatu alarm atau sistem peringatan – daripada sebagai pemicu untuk melakukan tindakan," demikian katanya.

Intuisi sebenarnya ada pada tiap manusia. Hanya sayangnya kemampuan ini akan memudar tatkala mereka beranjak dewasa, kecuali di stimulasi dengan cara khusus. Salah satunya, Intuisi bisa diaktifkan kembali dengan salah satu methode yang dikembangkan oleh MPSSGI yaitu dengan latihan latihan tertentu untuk membangkitkan Natural Magnetik Energi Tubuh,jika hal ini sudah tumbuh kuat pada tubuh manusia maka kecerdasan intuisi tersebut menjadi lebih tajam ,dan refleksinya cepat dan seketika.

MEMPERTAJAM INDRA KE 6 ( INTUISI ) DENGAN NATURAL MAGNETIK ENERGI TUBUH

                                            MEMPERTAJAM INDRA KE 6 ( INTUISI )
                                    DENGAN NATURAL MAGNETIK ENERGI TUBUH



The six sense, atau Intuisi terkait dengan segala bidang kehidupan, setiap manusia mempunyai bakat kepekaan yang disebut indra ke enam. Pengembangan Indra ke enam yang terbaik haruslah dapat membawa manfaat bagi kehidupannya dan terutama dapat menunjang apapun profesi yang di gelutinya.Intuisi adalah kekuatan yang dengan cepat menyadari bahwa “sesuatu” itu adalah kasusnya. Intuisi adalah kemampuan psikis yang dikenal sebagai firasat,laduni,atau ilham, atau kemampuan untuk mengenal apa yang akan terjadi selanjutnya. Hal tersebut dilakukan tanpa intervensi dari berbagai proses yang masuk akal. Tidak ada langkah-langkah induktif atau deduktif yang masuk akal. Tidak ada analisa yang wajar dari situasi tersebut, tidak ada bantuan dari
imajinasi,pimikiran,keinginan atau kemauan. Hanya sekilas dan tiba-tiba muncul dengan refleksinya. Ketika kita tahu sesuatu, tanpa mengetahui bagaimana caranya terjadi,mengapakah kita bisa tahu hal tersebut.” Inilah juga yang disebut naluri,intink dengan refleksinya, di mana informasinya tidak hadir sebagai buah pikiran, atau analisa yang komprehensif dan akurat dari segala sudut. Intuisi umumnya hadir dalam bentuk yang unik,tanpa menggunakan hukum sebab akibat, jernih namun berbisik, sehingga untuk bisa menangkapnya kita perlu lebih terbuka dan peka.Untuk menjadi intuitif adalah sifat alami manusia, hampir setiap manusia mempunyai kemampuan ini, dan pernah mengalaminya selama hidupnya. Yang membedakan hanya tingkatan dari kemampuan ini. 

Namun, ilmu pengetahuan masih belum menjelaskan mengapa beberapa individu tampaknya lebih kuat dan lebih tajam intuisinya daripada orang lain. Hal ini karena ada beberapa individu langka yang memiliki kemampuan psikis kuat dari yang lain. Banyak orang berpikir bahwa intuisi adalah hanya soal kebetulan. Namun, ada beberapa individu-individu berbakat yang intuisinya jarang gagal dan selalu menjadi kenyataan, ini jelas bukan lagi soal kebetulan.Bila ingin untuk hidup yang lebih dibimbing oleh intuisi,maka ingatlah bahwa semua orang punya intuisi secara alamiah. Ini bukan keterampilan baru yang harus diperoleh, namun keterampilan lama yang terlupakan, dan perlu diasah kembali agar bermanfaat dalam keseharian.untuk melatih kembali intuisi kita,maka MPSSGI/Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ,menemukan sebuah methode yaitu dengan membangkitkan Getaran Gelombang Natural Magnetik Energi Tubuh.Natural Magnetik Energi Tubuh yang telah bangkit kuat pada tubuh dengan latihan latihan tertentu dapat mempertajam kecerdasan intuasi atau indra ke enam pada manusia.


Getaran Gelombang Natural Magneti Energi Tubuh memiliki getaran yang merambat,menjadi gelombang yang dapat membaca dengan kecerdasannya signal signal pada alam.Signal signal yang diterima tersibut dapat menjadi refleksi gerak tubuh yang benar jika mengalami sesuatu yang mendesak,refleksi rasa yang timbul menjadi firasat,refleksi pendengaran,pengelihatan yang bersifat metafisika,dan dapat juga muncul sebai refleksi bashiroh yaitu mimpi mimpi yang benar.

Rabu, 02 Desember 2015

INTUISI MANUSIA



                                                                 INTUISI MANUSIA




Intuisi, atau yang dalam istilah teknisnya disebut hads merupakan pemahaman yang diperoleh secara langsung, tanpa perantara, tanpa rentetan dalil dan susunan kata, serta tanpa melalui langkah-langkah logika satu demi satu. Ia semata-mata laduniyah dengan refleksinya sebagai karunia-Nya kepada manusia. Artinya, ilmu ini diperoleh dari peng-ilham-an yang disebut dengan ilmu ladunni, yakni ilmu yang di dalam memperolehnya, tidak ada perantara yang menghubungkan antara jiwa dan Pencipta. Ia adalah aliran cahaya ilham yang terjadi setelah jiwa mengalami penyempurnaan (taswiyyah). Oleh sebab itu, seseorang yang sampai pada martabat ilmu ladunni ini tidak memerlukan banyak belajar dan menderita kelelahan dalam proses pembelajaran. Ia diterima melalui pandangan batinnya atau rasa ruhaninya, yakni dzauq yang dialaminya secara langsung akibat penyingkapan hijab yang menyelubungi alam hakiki kandungan ilmu, yakni kasyf . Dengan kata lain, dzauqlah yang menerima ilham . Ia berperan sebagai daya tangkap yang sekaligus merasakan kehadiran yang ditangkap. Ia berhubungan dengan qalb, sebab qalb selain sebagai esensi, juga sebagai salah satu alat dalam jiwa manusia yang berfungsi untuk memperoleh ilmu.
Selain itu, intuisi atau hads juga merupakan pemahaman langsung akan kebenaran-kebenaran agama, realitas dan eksistensi Tuhan. Bahkan dalam tingkatannya yang lebih tinggi, intuisi adalah intuisi terhadap eksistensi itu sendiri. Dengan kata lain, ketika dengan intuisi yang lebih tinggi orang menemukan wujudnya suatu realitas, “penemuan” eksistensi realitas inilah yang disebut wijdan.
Berkenaan dengan intuisi pada tingkat-tingkat kebenaran yang lebih tinggi, intuisi tidak datang pada sembarang orang, tetapi datang pada orang yang telah mempersiapkan diri untuk itu. Ia datang pada orang yang merenungkan hakekat realitas ini.
Pemahaman langsung dan seketika yang disebutkan di atas terjadi ketika ia berada dalam keadaan tanpa keinginan,dan kemauan yang kuat, yaitu ketika ia memperoleh kediriannya yang lebih tinggi pada haqiqinya.
Dalam kajian epistemologi , intuisi menjadi salah satu sumber ilmu dan kebenaran sebagaimana halnya rasio dan empiris. Bahkan intuisi ini lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu yang notabene diperoleh melalui proses penalaran dan penginderaan. Kebenaran yang dicapai melalui intuisi metodenya memang tidak bisa dibuktikan secara rasional maupun empiris. Akan tetapi, hasil dari kebenaran intuisi tersebut dapat dibuktikan secara rasional sekaligus empiris. Artinya, banyak orang yang memperoleh pengetahuan yang mendalam secara intuitif yang kemudian terbukti benar. Oleh karena itu, Bergson mengatakan bahwa intuisi sebenarnya bersifat intelektual dan sekaligus supra-intelektual, dimana pengetahuan supra-intelektual tersebut akan dapat mencapai pengetahuan dan kesadaran diri pada hal-hal yang paling vital, elan vital. Sementara bagi Nietzsche intuisi merupakan inteligensi yang paling tinggi, dan bagi Maslow intuisi merupakan pengalaman puncak (peak experience).

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANUSIA

       

   Perkembangan Pemikiran Manusia 

 

 


Pengetahuan yang diketahui khalayak ramai dewasa ini rupanya terjadi tidak secara tiba-tiba seperti sekarang adanya, tetapi mengalami proses panjang terlebih dahulu sebelum akhirnya dinyatakan sebagai sebuah pengetahuan dengan kebenaran yang bisa diuji. Perjalanan sebuah ilmu pengetahuan ini tak lepas dari proses perkembangan pemikiran manusia. Dengan modal rasa ingin tahu yang tinggi, manusia mendobrak dinding-dinding penasarannya tentang suatu hal. Perkembangan pemikiran manusia yang berbeda-beda dari masa ke masa rupanya mengalami beberapa tahapan yang perlu diketahui. Oleh karena itu, makalah ini hadir sebagai jawaban atas pertanyaan seperti apa proses manusia menjalankan pemikirannya dalam rangka melahirkan sebuah ilmu pengetahuan.

Perkembangan Pemikiran Manusia
Manusia sebagai makhluk yang berpikir dibekali rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk mengenal, memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam, baik alam besar (makrokosmos), maupun alam kecil (mikrokosmos),  serta berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dari dorongan rasa ingin tahu dan usaha untuk memahami dan memecahkan masalah, menyebabkan manusia dapat mengumpulkan pengetahuan. Secara fisik, manusia memang lemah jika dibandingkan dengan hewan. Tetapi secara rohaniah, manusia memiliki akal budi dan kemauna yangs angat kuat.  Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki beberapa karakteristik, antara lain :
a       Memiliki organ yang kompleks dan sangat khusus terutama otaknya.
b.     Mengadakan pertukaran zat, ada zat yang masuk dan ada pula yang keluar.
c.      Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.
d.    Memiliki potensi berkembang biak.
e.     Tumbuh dan bergerak.
f.       Berinteraksi dengan lingkungannya.
Ada beberapa tahap yang dilalui manusia dalam rangka mendobrak rasa ingin tahunya sampai akhirnya lahir sebuah ilmu pengetahuan. Diawali dengan tahap mitos, tahap penalaran, tahap pengalaman dari percobaan, dan akhirnya tahap metode keilmuan.  Berangkat dari pertanyaan ‘apa’, manusia menelusuri segala hal yang ingin diketahuinya. Hasrat ingin tahu yang tumbuh dalam dirinya membuat panca indranya fokus memperhatikan sebuah objek, mulai dari pengamatan, percobaan, hingga lahir  pengetahuan. Akhirnya, setelah tahu ‘apa’nya, manusia menjadi ingin tahu ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’, ‘apa’ itu bisa terjadi. Dengan hal seperti ini, rasa ingin tahu manusia membuat dan menyebabkan pengetahuan mereka berkembang dari waktu ke waktu. Selain itu, kerja otak setiap waktu yang mengalami banyak sekali proses pemikiran dan penemuan pengetahuan, mampu melahirkan akumulasi pengetahuan antara yang telah ada dan yang baru. Antara pengalaman dan pengetahuan baru berakulturasi dalam pikiran, sehingga daya pikir manusia terus berkembang tiada henti. 
                                                                   Tahap Mitos
Pengetahuan-pengetahuan baru yang bermunculan dan merupakan gabungan dari pengalaman dan kepercayaan disebut mitos. Mitos ini dapat muncul karena beberapa hal yang secara lebih dominan dipengaruhi oleh kultur lokal yang belum begitu banyak mengenal tekonologi modern. Pada awal masa prasejarah, kemampuan manusia untuk menjawab rasa ingin tahunya masih terbatas oleh ketidaktersediaan alat, sehingga segala sesuatu yang terjadi di lingkungan mereka, dibuat alasan sendiri yang malah menjadi tradisi lisan yang  turun temurun dari generasi satu ke lainnya. Misalnya, mereka mereka-reka sendiri jawaban dari pertanyaan : Mengapa gunung meletus? Karena Yang Berkuasa sedang marah. Maka muncul pengetahuan baru yang disebut Yang Berkuasa. Dengan jalan pikiran yang sama muncullah anggapan adanya kekuatan adikodrati dalam pohon yang besar, matahari, kilat, gerhana, dan gejala alam lainnya. Mitos dapat timbul karena keterbatasan alat indra manusia, seperti alat penglihatan, alat pendengaran, alat pencium dan pengecap, dan alat perasa. Misalnya :
a.       Karena sebuah benda bergerak begitu cepat, mata tak mampu menangkapnya dengan jelas.
b.      Karena terbatasnya frekuensi yang bisa didengan manusia, diluar frekuensi yang mampu didengarnya menjadi sesuatu yang asing baginya.
c.       Manusia hanya mampu membedakan beberapa jenis rasa (asin, manis, asam, pedas, pahit), sehingga akan kesuitan membedakan benda yang memiliki rasa diluar itu.
d.      Kulit manusia hanya bisa merasakan panas dan dingin, sehingga tidak efektif jika dijadikan alat observasi yang tepat.
Alasan mitos diterima masyarakat pada masanya antara lain karena keterbatasan penginderaan, keterbatasan penalaran, dan merasa hasrat ingin tahunya sudah terpenuhi. Dalam alam mitos, penalaran belum terbentuk, yang bekerja adalah daya khayal, imajinasi, dan intuisi.
                                                                                           Tahap Penalaran
Pada tahap teologi atau fiktif, manusia berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan yang terakhir dari segala sesuatu, dan selalu dihubungkan dengan segala hal yang bersifat gaib. Segala hal yang menarik perhatiannya selalu diletakkan dalam kaitannya dengan sumber yang mutlak. Pada tahap metafisika, merupakan tahap di mana manusia masih tetap mencari sebab utama dan tujuan akhir, tetapi tidak menyandarkannya pada kekuatan gaib, tapi pada akalnya sendiri. Setelah mengalami proses mitos yang panjang, manusia sedikit demi sedikit membuka kesempatan bagi logikanya untuk berpikir, apakah hal yang terjadi itu benar-benar karena ada pengaruh gaib semata, atau dapat dijelaskan secara ilmiah. Maka lahirkan proses berpikir dalam menarik kesimpulan berupa pengetahuan yang benar yang disebut penalaran. Penalaran ini murni proses berpikir, bukan perasaan.
                                                                                       Tahap Pengalaman dari Percobaan
Karena perasaan tidak dapat dijadikan landasan kuat dalam melahirkan sebuah pengetahuan, dan tidak dapat diandalkan sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan secara teratur, maka pengetahuan ini dapat dijadikan hipotesa yang kemudian dilakukan penelitian untuk memastikan kebenarannya. Ada beberapa faktor yang terjadi dalam proses pencarian kebenaran sebuah pengetahuan.  Wahyu, adalah pengetahuan yang disampaikan Tuhan kepada manusia. Pengetahuan ini disalurkan lewat nabi-Nya. Dengan wahyu, manusia memperoleh pengetahuan dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa yang diwahyukan tersebut benar.
      Trial and error, adalah cara memperoleh pengetahuan dengan cara coba-coba dan untung-   untungan. Cara ini telah dilakukan manusia sejak prba, dan membutuhkan waktu yang lama, sehingga bukan cara efisien untuk mencari kebenaran.

KETIKA TERSEBUT YANG BERLALU,BARULAH AKU MENYADARI


                   KESADARAN ADALAH TERSEBUTNYA SESUATU YANG BERLALU
                      YANG BERLALU ADALAH LUPAKU.JIKA AKU INGAT LUPAKU
                                                  MAKA HAL ITU TIDAK BERLALU



Seandainya kau mengerti bahasa angin.mungkin kau akan tertawa gelak sendiri.   Jika kau mendengar ombak yang berdebur ,di sana mistry yang luar biasa. Jika manguanmu terusik oleh pengenalanmu ,itulah kesadaran tentang ketidak tahuan yang menjala.Bila kau tersentak dan mengerti apa yang dikatakan alam,saat itu barulah kau terbangun dari tidurmu yang panjang.Semua berlalu jika belum tersebut oleh hati ,pikiran ,perasaan ,keinginan,kemauan dan mulut.Sebab dengan terucapnya sesuatu dengan kata,maka disanalah kau ingat semua yang berlalu yang tidak tersebut oleh
kesadaranmu.Kembali kepada lupa yang tak terbatas,maka di sana kau akan mengingat kembali segala lupamu.